Ketika Mayoritas Tidak Selalu Benar
Sinopsis
Bagaimana jika mayoritas ternyata bisa salah?
Bagaimana jika sesuatu yang didukung jutaan orang justru bertentangan dengan kebenaran?
Dan lebih serius lagi: benarkah vox populi, vox Dei—suara rakyat adalah suara Tuhan?
Buku ini mengajak Anda membongkar sebuah keyakinan yang sering diterima tanpa pemeriksaan. Melalui sejarah, demokrasi, filsafat, hukum, psikologi massa, media sosial, etika, dan teologi Kristen, buku ini menunjukkan bahwa popularitas tidak identik dengan kebenaran, mayoritas tidak selalu adil, dan suara kerumunan tidak otomatis suara Tuhan.
Buku ini bukan pembelaan terhadap minoritas. Ini adalah peringatan agar kita tidak menjadikan jumlah sebagai pengganti kebenaran.
VOX POPULI HARUS DIDENGAR. TETAPI VOX DEI HARUS DICARI.
|
Penulis |
: |
Dr. Abraham P. Sitinjak |
|
Penerbit |
: |
Sehati |
|
Cetakan |
: |
Pertama, 2026 |
|
ISBN |
: |
|
|
Tebal |
: |
x + 169 halaman |
|
Bahasa |
: |
Indonesia |
|
Ukuran |
: |
14.8 cm x 21 cm |