eBook
Mengapa gereja begitu takut “mengutuk Israel”?
Apakah kritik terhadap kekuasaan benar-benar sama dengan melawan firman Tuhan—atau justru sebaliknya, tanda kesetiaan yang hilang?
Selama bertahun-tahun, ketakutan teologis telah membuat banyak orang Kristen memilih diam di hadapan penindasan. Israel ditempatkan di luar kritik, sementara korban dibiarkan tanpa suara. Padahal Alkitab tidak pernah memihak kekuasaan yang menindas, siapa pun pelakunya. Para nabi berbicara keras, Yesus menyingkap kemunafikan religius, dan Injil selalu berpihak pada yang tertindas.
Buku ini mengguncang asumsi lama itu. Mengutuk Israel bukanlah membenci bangsa Yahudi, melainkan menolak struktur dosa yang dibungkus legitimasi religius dan politik. Di sinilah iman diuji: apakah gereja akan terus berlindung di balik ketakutan, atau berani mengambil risiko untuk setia pada keadilan?
Ini bukan buku yang menenangkan. Ini undangan untuk berpikir ulang, bersuara jujur, dan menghidupi Injil yang tidak jinak—Injil yang membebaskan.
Penulis | : | Dr. Abraham P. Sitinjak |
Penerbit | : | Sehati |
eBook | : | Terbit Pertama, 2026 |
ISBN | : |
|
Tebal | : | ix + 63 halaman |
Bahasa | : | Indonesia |
Ukuran | : | 14,8 x 21 cm |