Belajar Percaya Ketika Mukjizat Tidak Datang
Sinopsis
Apakah kita sungguh percaya kepada Allah, atau sebenarnya hanya percaya kepada Allah yang mau menyembuhkan?
Ketika seseorang terbaring di ranjang kematian, masihkah ia harus meminta kesembuhan?
Perbedaan pandangan gereja Karismatik-Pentakosta dan Reformed menghadirkan polemik menarik: yang satu gigih menekankan harapan akan mujizat dan kesembuhan ilahi, yang lain menekankan kedaulatan Allah serta penerimaan terhadap kemungkinan tidak sembuh.
Buku ini tidak bermaksud menyalahkan salah satu tradisi gereja, tetapi mengajak jemaat melihat keduanya secara kritis dan menimbangnya dalam terang Alkitab. Sebab iman yang dewasa bukan hanya percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan, tetapi tetap percaya kepada-Nya ketika kesembuhan tidak datang.
|
Penulis |
: |
Abraham P. Sitinjak |
|
Penerbit |
: |
Sehati |
|
Cetakan |
: |
Pertama, 2026 |
|
ISBN |
: |
|
|
Tebal |
: |
vi + 120 halaman |
|
Bahasa |
: |
Indonesia |
|
Ukuran |
: |
11 x 16 cm |