LUKA YANG TERCABIK
Mencari Makna Di Balik Penderitaan
Penulis : Paskalis Haluk
Penerbit : SEHATI
Cetakan : Pertama, 2024
ISBN :
Tebal : viii + 94 Halaman
Bahasa : Indonesia
Ukuran : 14,8 x 21cm
Stok Total : –
Sinopsis
Papua, yang terletak di ujung timur Indonesia, telah mengalami konflik dan pelanggaran hak asasi manusia selama bertahun-tahun. Konflik tersebut terutama disebabkan oleh perjuangan kemerdekaan dari orang Papua dan meningkatnya kekerasan oleh aparat keamanan Indonesia.
Pada tahun 1969, dilakukan sebuah referendum yang dikenal dengan nama “Penentuan Pendapat Rakyat” atau Pepera, yang diatur oleh pemerintah Indonesia. Namun, banyak pendukung kemerdekaan Papua yang merasa bahwa referendum tersebut tidak adil dan dipaksa memilih untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia. Sejak saat itu, orang Papua terus melanjutkan perjuangan mereka untuk mendapatkan kemerdekaan sepenuhnya.
Konflik di Papua juga terkait dengan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar di wilayah tersebut. Banyak perusahaan tambang dan perusahaan lainnya yang melakukan eksploitasi sumber daya Papua dengan sedikit manfaat bagi penduduk setempat. Hal ini telah memicu ketidakpuasan dan protes dari orang Papua.
Selama konflik ini, ada banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia dari tahun 1961 yang terjadi di Papua hingga saat ini. Termasuk kekerasan oleh aparat keamanan, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap orang Papua yang menunntut kemerdekaan Papua Barat pada tahun 1961. Juga ada laporan tentang penindasan politik, pembatasan kebebasan berpendapat, dan diskriminasi terhadap orang Papua.
Buku ini akan mengulas penindasan yang dialami oleh Bangsa Papua Barat dengan sentuhan teologis. Dalam setiap penderitaan, ada pelajaran yang bisa dipetik dan makna yang bisa dicari.
Penulis
Paskalis Onesimus Haluk lahir di Agamua, Wamena Pugima Harapan pada tanggal 30 desember 1998. Anak ketiga dari pasangan Bapak Pdt. Elly Haluk, S.Pd.K dan Ibu Herlina Hisage, S.Pd.K. Keempat saudaranya bernama Feria Haluk, Lewis Royke Haluk, Awen Anerek Weneroma Haluk, Yosua Haluk. Penulis memulai Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) YPPGI Anigou Wamnea dan pindah ke SD INPRES Wamena (2006-2012). SMP YPK Betlehem Wamena (2013-2015). Kemudian lanjut di SMK Arastamar Wamena (2016-2018). Menyelesaikan pendidikan teologi strata 1 (S.Th) di STT Pokok Anggur Jakarta (2022). Sekarang sedang melanjutkan S2 Magister Pendidikan di sekolah yang sama.